Tuesday, July 9, 2019

Kisah Ferdiyanti, dari Pengumpul Kotoran Sapi hingga Pengusaha Rotan

Ferdiyanti, adalah seorang wanita sederhana yang dulunya memiliki profesi sebagai pengumpul kotoran sapi. Ia mencari dan mengantar kotoran sapi ke pengumpul untuk dijadikan pupuk. Kini, ia telah berubah menjadi seorang pengusaha rotan dan tentu saja ia masih membumi. Oleh sebab itu, dia patut menerima anugerah asuransi wakaf dari Allianz!

Kisah Ferdiyanti, dari Pengumpul Kotoran Sapi hingga Pengusaha Rotan

Sosok Ferdiyanti
Sosok Ferdiyanti adalah warga yang tinggal di Gampong Gaboh, Kecamatan Lhonknga, Kabupaten Aceh Besar. Dulunya ia setiap hari harus menghabiskan waktu beberapa jam untuk mencari dan mengantar kotoran sapi pada pengumpul. Siangnya, ia akan menganyam berbagai anyaman rotan untuk dijadikan tambahan penghasilan.

Ia pernah bermimpi untuk bisa menjadi pengusaha rotan tersebut dan mengekspornya. Kemampuan yang dimiliki sejak kecil dan turun-temurun dari keluarga membuatnya benar-benar bisa menggapai mimpi tersebut. Pada suatu hari akhirnya ia memutuskan untuk berhenti mencari kotoran sapi dan fokus untuk menganyam rotan saja.

Modal yang dimilikinya nyaris tak ada. Namun, itu tak pernah menghalanginya untuk memulai usaha. Ia memutar otak untuk mendapatkan bahan baku rotan yang bagus untuk anyaman. Sampai akhirnya, ia memutuskan untuk mengumpulkan rotan langsung dari hutan untuk kemudian diolah di rumah.

Terinspirasi dari Mahasiswa KKN
Sebenarnya, bukan tanpa alasan Ferdiyanti memutuskan untuk berhenti dari aktivitasnya mengumpulkan kotoran sapi. Ia ingin mimpinya terwujud dan itu pun berani ia ambil setelah melihat dan mendapat masukan ide dari para mahasiswa KKN di kampungnya. Ferdiyanti termasuk orang yang gemar berdiskusi termasuk dengan orang yang masih muda.

Dari sanalah, ia mendapatkan banyak ide dan mencoba fokus untuk usaha menganyam rotan. Kini, ia sudah tak menganyam rotan sendiri. Ia sudah mempekerjakan orang lain yang membantunya mencari rotan langsung di hutan serta membantu menganyam dan menjual kerajinan rotan.

Ia tak pernah membuka lapak jualan sampai saat ini. Ia hanya memajang semua kerajinan rotan yang ia dan karyawan buat di rumah saja. Namun, setiap harinya, ada saja pedagang anyaman yang datang ke rumahnya untuk mengambil dan menjual produk anyaman tersebut. Pedagang tersebut rata-rata sudah menjadi langganan Ferdiyanti sejak awal.

Meski kisah hidup Ferdiyanti tak mulus, ia harus bekerja keras untuk menafkahi enam orang anaknya dan ia adalah satu-satunya tulang punggung di rumah itu. Oleh sebab itu ia berusaha melakukannya sebisa mungkin. Dulu, selain jadi pengumpul kotoran, ia juga bekerja jadi apa saja asalkan bisa menghasilkan uang untuk menghidupi anak-anaknya.

Mulai dari sopir pengangkut barang antar kota, pengangkut kayu dari hasil ilegal logging, dan lainnya. Harga anyaman rotan yang dibuat di tempat Ferdiyanti cukup terjangkau. Sekarang, ia bertujuan untuk bisa memasarkan anyaman rotannya ke luar negeri sebagaimana mimpinya di awal. Namun kini, yang jadi fokus utama adalah memberdayakan masyarakat.

Asuransi Allianz Wakaf
Dengan sikap gigih Ferdiyanti, tentunya sangat pantas baginya untuk menerima anugerah asuransi Allianz wakaf. Ferdiyanti bisa memperoleh perlindungan terbaik untuk dirinya dan keluarga dan tentu sangat bermanfaat untuk lingkungan sekitar. Manfaat yang bisa ia dapat berupa asuransi jiwa dasar, asuransi penyakit kritis, asuransi cacat total dan banyak lagi.

Semua perlindungan yang diberikan dari Allianz tentunya bisa membuatnya terus memberdayakan masyarakat sekitar. Dengan begitu, bukan hanya ia yang akan sukses, namun juga orang sekitar. Oleh sebab itu, sangat pantas untuk Ferdiyanti mendapat asuransi wakaf dari Allianz karena bisa bermanfaat untuk orang banyak di sekitar tempat tinggalnya.

No comments:

Post a Comment

huimaa.com © 2014. All Rights Reserved | Powered By Blogger

Published By Pro Templates Lab | Designed by- Dapinder